Welcome to our website !

Historical

By 9:58 AM


SEJARAH MUSEUM DI KOTA TUA JAKARTA


Mengingat banyaknya sumber pengetahuan yang bisa diambil dari berbagai tempat bersejarah seperti museum yang menyimpan berbagai benda bersejarah, maka tidak ada salahnya apabila kita juga dapat berkunjung ke museum dan tempat bersejarah. Tetapi, seringkali kita sebagai pelajar tidak pernah berkunjung ke tempat bersejarah dan lebih memilih tempat - tempat ramai seperti mall, cafe, dan tempat - tempat nongkrong yang lainnya. Ini salah satu penyebab kita tidak mencintai budaya sendiri dan tidak mengetahui sejarah- sejarah yang tersimpan. Kawasan Kota tua menjadi kawasan wisata yang sangat menarik di Kota Jakarta. Dengan gedung - gedung tua yang menyimpan banyak catatan sejarah Indonesia, kawasan Kota Tua mengundang banyak wisatawan domestik mancanegara. Berikut adalah lima museum yang wajib dikunjungi ketika Anda jalan - jalan ke kawasan Kota Tua.

1.    Museum Bank Mandiri
 Museum Bank Mandiri terletak di depan halte busway Stasiun Kota. Dengan nuansa Art Deco Klasik, Museum Bank Mandiri terlihat kokoh dan kuat. Gedungyang awalnya bernama Nederlandsche Handel-Mattschappij (NHM) ini dibangun pada tahun 1929 dengan menggabungkan ide dari tiga arsitektur Belanda, yaitu J. J. J. De Bruyn, A. P. Smits, dan C. van de Linde. Di Museum Bank Mandiri, Anda bias melihat berbagai macam koleksi barang – barang perbankan kuno, yaitu diantara lain perlengkapan bank tempoe doeloe, surat berharga, mata uang kuno, brangkas, peti uang, dan alat pres bendel.

2.    Museum Bank Indonesia
Museum Bank Indonesia yang terletak tepat di sebelah utara Museum Bank Mandiri ini dulunya merupakan Gedung De Javasche Bank. Bangunan bergaya neoklasik ini dibangun oleh colonial Belanda pada tahun 1828. Anda tidak akan dipungut biaya untuk mengunjungi museum yang hamper berumur dua abad ini. Di museum ini, bisa melihat koleksi uang numismatic peninggalan kejayaan Nusantara zaman dulu. Benda – benda bersejarah yang berkaitan dengan peran Bank Indonesia alam perjalanan sejarah Indonesia juga ditampilkan dengan teknologi modern. Dengan display elektronik, panel static, televise plasma, dan diorama, bisa juga menyusuri kembali sejarah bangsa ini.

3.    Museum Fatahillah
Museum Fatahillah yang terletak di pusat kawasan Kota Tua menjadi gedung termegah di antara museum – museum lainnya. Museum yang juga disebut Museum Sejarah Jakarta dan Museum Batavia ini menjadi yang paling tua karena dibangun pada tahun 1707. Dengan bangunan seperti istana dam khas Belanda dan penunjuk arah mata angina di atapnya, Museum Fatahillah sangat mudah dikenali. Koleksi Museum Fatahillah juga yang paling lengkap, mulai dari peninggalan masa Tarumanegara sampai ruang – ruang tahanan bawah tanah. Secara runtut, ruangan – ruangan di museum ini dibagi menjadi Ruang Prasejarah Jakarta, Ruang Tarumanegara, Ruang Jayakarta, Ruang Fatahillah, Ruang Sultan Agung, dan Ruang MH. Thamrin. Siapkan uang Rp. 2000,- untuk tiket masuk ke museum ini.

4.    Museum Seni Rupa dan Keramik
Museum Seni Rupa dan Keramik terletak di sebelah timur dari Museum Fatahillah. Museum Seni Rupa dan Keramik ini sangat mudah dikenali dari delapan tiang besar dan barisan pohon rindang yang tumbuh di depan gedungnya. Gedung museum yang dibangun pada tahun 1870 ini awalnya bernama Ordinaris Raad van Justitie Binnen Het Kasteel Batavia. Awalnya gedung ini digunakan sebagai Kantor Dewan Kehakiman Kolonial Belanda. Setelah Indonesia merdeka, gedung ini digunakan sebagai Balai Seni Rupa Jakarta. Hingga akhirnya gedung ini digunakan sebagai Museum Seni Rupa dan Keramik. Di museum ini bisa menemukan koleksi keramik masa Majapahit (abad ke-14) sampai koleksi seni rupa dari masa Raden Saleh (1880-1890). Untuk mengunjungi museum ini, hanya perlu membayar tiket seharga Rp. 2.000,-

5.    Museum Wayang
Museum Wayang terletak di sebelah barat dari Museum Fatahillah atau berseberang arah dengan Museum Seni Rupa dan Keramik. Gedung Museum Wayang memang paling kecil dibandingkan gedung museum lainnya, namun ternyata gedung Museum Wayang adalah yang tertua. Dibangun pada tahun 1640, gedung ini awalnya digunakan sebagai Gereja Lama Belanda atau De oude Holandsche Kerk. Pada tahun 1732, gedung ini berganti nama menjadi Gereja Baru Belanda atau De Nieuwe Hollandsche Kerk. Sejak tahun 1975, gedung ini digunakan sebagai Museum Wayang yang memiliki koleksi berbagai jenis wayang dari seluruh nusantara.

You Might Also Like

0 comments