Welcome to our website !

Urbanisator Bukan Sampah Masyarakat

By 1:33 AM

Jakarta Sebuah kota dengan tampilan yang elegan, megahnya gedung pencakar langit, beserta gaya hidup ala sosialitanya begitu memikat sebagian besar orang. Kini Jakarta bak negeri impian. berbondong bondong para urbanisator masuki kota Jakarta, alasannya sederhana yaitu untuk kehidupan yang lebih baik. Arus urbanisasi pasti terjadi setiap tahunnya Menurut pusat badan statistik, pada 2014 ini terjadi kenaikan tingkat urbanisasi sebesar 4,3%*.Selama ini banyak pemberitaan menyampaikan hanya sisi gelap dari urbanisasi. Jakarta akan semakin kumuh Jakarta akan semakin pengap. Jakarta akan semakin sarat soal. Seolah ibukota ingin menutup pintu bagi mereka yang ingin masuk ke dalamnya karena urbanisasi hanya menambah beban.

Padahal realitasnya tidaklah demikian. Sesungguhnya Jakarta terbantu oleh urbanisator, justru beberapa dari mereka tidak menambah beban Mereka malah memberikan kontribusi bagi kota yang tak pernah tidur ini. Mereka yang mengenyam pendidikan di perguruan tinggi, mereka yang berpindah karena urusan pekerjaan. Sekalipun mereka yang hanya mengadu nasib, asalkan memiliki rumah tinggal dan melakukan aktivitas ekonomi menjadi hal yang sudah cukup membantu keadaan kota nan gemerlap ini.

Dengan adanya ubanisasi Jakarta semakin indah karena diisi keberagaman suku. Mulai dari batak, jawa, sunda, bugis, hingga dayak bisa di temukan disini. Perbedaan mengajarkan kita semakin dewasa untuk bertenggang rasa, bertoleransi dan bersosialisasi. Hal ini pun didukung oleh Pemda baru kita, Bapak Basuki Tjahja P "Hal itu tidak bisa dihindari. Urbanisasi jangan dianggap melemahkan ekonomi, harusnya urbanisasi yang dilakukan dengan manajemen yang baik justru akan menumbuhkan perekonomian Jakarta," kata Basuki usai menghadiri Belitong Exotic Expo 2012 di Parkir Timur Senayan, Jakarta, Sabtu (3/11)(muka beliau).
Ibukota tidak menutup diri bagi siapa yang mau berusaha, jika Jakarta bisa mengubah kehidupan seseorang menjadi lebih baik mengapa tidak. Kamipun menyebar angket ke 30 responden dengan syarat ktp non Jakarta namun domisili jakarta. Hasilnya …% adalah urbanisator mandiri. Sehingga anggapan bahwa urbanisator hanyalah sampah masyarakat harus dihilangkan. Karena pada realitasnya tidak seabsolut itu. Mungkin memang tidak bisa kita pungkiri bahwa ada sisi yang kurang baik dari urbanisasi. namun pada dasarnya kita akan selalu menemukan sisi positif dari suatu negativitas.

Karena dasarnya, urbanisasi bagaikan kerja team. Dimana yang 1 membantu yang lain pekerjaan akan terasa lbih ringan. Seperti Ketika 2 orang mengangkat meja yang besar akan terasa sulit, berbeda ketika ada 8 orang yang membantunya. Permasalahannya adalah, bagaimana si 8 orang ini bisa membantu 2 orang yang sudah berusaha terlebih dahulu. Karena jika 8 orang tersebut malah duduk diatas meja tersebut, maka beban yang harus dipikul akan semakin berat.

Sehingga solusi atas urbanisasi adalah penyuluhan mendalam guna mengasah kepekaan dari mereka yang akan dan sudah melakukan urbanisasi secara personal untuk menanggapinya. Dimana sebelum datang ke ibukota, urbanisator harus memiliki kualitas keterampilan agar mampu diserap.

Urbanisator yang sudah terlanjur berpindah pun harus melakukan introspeksi. Bagaimana keadaannya di Jakarta sekarang. Bertahan atau kembali.Bukan sekedar operasi yustisi saja, win win solution harus diberikan. Karena hidup yang lebih baik adalah hak setiap mahluk hidup tanpa terkecuali.

You Might Also Like

2 comments

  1. Cukup dirapikan sedikit lagi buat Altissimo nih... Typo dan ejaan gitu... Biasanya kan artikel kalau mau masuk sudah lewat revisi editorial dulu... Semangat yah... *thumbs up*

    ReplyDelete
  2. Terima kasih telah mengunjungi blog kami 😊..
    Kami akan terus memperbaiki tulisan blog kami 😊

    ReplyDelete